Sabtu, 22 Desember 2018

Tika's Line Vol 1

Alhamdulillah... Akhirnya jadi juga nih tulisan-tulisan saya.. Tulisan ini sebagai pengingat (terutama saya) dan pelemas jari yang kaku. Insyaallah masih ada chapter selanjutnya. ^^

Tika's Line Vol 1

Minggu, 09 Desember 2018

Aku Rapuh Tanpa Kalian

Aku seperti satu buah buku, tak bisa berdiri tegak tanpa kalian.

Aku seperti satu tetes hujan, tak bisa menyuburkan bumi tanpa kalian.

Aku seperti satu tangkai bunga, tak menarik jika tanpa kalian.

Aku seperti satu batang lidi, mudah patah jika tanpa kalian.

Jadi, aku serapuh itu?

Bahkan bintang yang sendirian pun tak kan ada yang peduli. Hanya dilewati, tak berarti. Karena malam indah jika bertabur bintang.

Karena taman indah jika bunga-bunga bermekaran.

Karena hujan indah jika airnya bersama-sama jatuh ke bumi.

Karena buku-buku jadi menakjubkan ketika ditata rapi, berdiri tegak, banyak, tinggal pilih mau buku yang mana.

Kapalku, Kapal Kita

Sebentar lagi, kapal kita kan sampai daratan. Mercusuar telah terlihat. Sebentar lagi jangkar dilempar. Setiap orang mempersiapkan pendaratannya, tak ingin ada satu pun barang yang tertinggal.

Berlabuh.

Aku bahagia telah berlayar bersama kalian. Kadang gelombang besar, badai. Kadang pula angin sepoi-sepoi, burung bersenandung, menikmati sunset dan sunrise bersama kalian.

Besok kamis adalah waktunya. Kita sama-sama mempersiapkan salam perpisahan.

Katanya, semakin besar pengorbanamu, semakin besar pula rasa sakitnya perpisahan. Tapi aku tak mau di sini selamanya.

"Setelah turun dari kapal, kau mau ke mana?" tanyamu saat ku pandang laut bergelombang.

"Asal ada kamu, ke mana pun aku mau." Aku terkekeh. "Itu jawaban film-film."

Aku kembali menatap laut, "Asal ada Allah, ke mana pun aku mau. Allah yang di lautan dan di daratan sama kan? Allah yang di kapal ini dan di kapal itu sama kan?"

~☆~

Tahun ini sengaja kupilih satu amanah. Kutolak tawaran amanah yang datang (Afwan yaaa)

Karena aku kesulitan pindah ke kapal yang satu ke kapal lainnya. Aku tidak bisa berenang.

Kamis, 29 November 2018

"Boleh kutulis masa depan sesuai yang kuinginkan?" Tanya seorang anak kecil kepada kedua orangtuanya.

"Bapak dan Ibu lebih tahu."

Kadang ia merutuk, tetapi ia tak mau berkata seandainya. Ia telah memilih jalan yang dipilihkan orangtuanya. Jadi, terima saja dengan lapang dada dan lakukan yang terbaik.

Ikhlasmu lebih Allah sukai daripada keluhanmu. Sabarmu lebih Allah sukai daripada amarahmu. Syukurmu lebih Allah sukai daripada kedengkianmu.

Percayalah, semua akan indah pada waktunya. Karena ridho Allah terletak pada ridho orangtua.

Jumat, 23 November 2018

"Buuu Buuuu"

Hari ini, sudah dua kali aku teriak, "Ibu... Ibu..." dengan nada panik.

Menjelang maghrib, ketika aku menjemur baju, tiba-tiba pintu kandang ayam terbuka, ayamnya lari keluar semuaaaaa!! Aku tanpa pikir panjang langsung lari, masuk rumah, ngunci pintu, lari lagi ke depan sambil teriak, "Ibuu Ibuuu.." paniiik!!! Dan ternyata, pintunya terbuka lagi karena saking paniknya aku nguncinya nggak beneeeerr~~ Argh... Posisi bapak ngelembur lagi!

Aku mempelajari:
Ketika aku dalam posisi terancam, aku mencoba melarikan diri.

Aku takut sama ayam. Aku pernah disakiti sama ayam. Beberapa kali. Dari kecil hingga besar. Dan saking paniknya, aku nggak rapet ngunci pintu, jadi pintunya buka lagi. Peluang aku disakiti sama ayam jadi lebih besar. Harusnya, aku masuk rumah, aku pastiin pintunya terkunci, selesai, aku bisa bernapas lega. Tapi karen panik, ya gitu deeh..

Ibu datang sebagai pahlawan. Berani pegang sama nggendong ayam dan masukin ayam-ayamnya ke kandang. Aku? Megang ayam aja nggak berani. Cewek abal-abalah gue ini... Astaghfirullah..

Teriakan keduaku. Habis sholat maghrib aku memutuskan masak nasi goreng. (Harusnya al-ma'tsuratan ya haha) Habis nasi gorengnya matang, kompornya kumatikan, eh apinya ada yang nggak mati, malah menyala-nyala.

Paniiikk!!

"Ibuuu Ibuuu.."

"Napa?" Ibu yang lagi sholat menimpali santai.

"Rene.. rene.." aku nggak bisa bilang apa yang terjadi. Kebakaran?

Niatnya mau nyopot selang dari tabung gasnya tapi karena takuuut banget jadi satu-satunya yang ada di pikiran adalah manggil ibu.

Ibu datang lagi sebagai pahlawan. Nyopot selang dari tabung gas, kompor di balik, ngambil air, disiram ke kompor. Ternyata selangnya terbakaaarrr... huaaaaa...

Daan tetanggaku pasti bertanya-tanya aku sih kenapa... apalagi tadi waktu main ke rumah simbah langsung ditanya, "Ono opo? Kok bengak-bengok."

Ya Allah... umur berapa aku ini? Kepala dua.. Dan aku masih saja butuh bantuan ibu.

"Ibu... lihat kaos kakiku?"

"Kacamataku mana ya bu?"

"Bu.. kok dekernya nggak ada?"

"Bajunya di mana, bu?"

"Kerudungnya di mana, bu?"

"Bu... lihat hape-ku?"

"Tadi yang di sini disingkirin ibu ke mana?"

"Hari ini pake baju apa, bu?"

"Ini yang dicuci mana aja, bu?"

"Hari ini mau masak apa, bu?"

"Buuu jodohku mana?" (Wkwkwk enggak ding)

Dan lain-lain.

Ya Allah... bagaimana kalau Engkau mencabut nyawa Ibu? Apa aku bisa melakukan segala sesuatunya sendiri? Dulu pas ibu sama bapak nikah, posisi mbah uti udah nggak ada karena sakit.. Dan ini Ibu sedang sakit, aku pingin nikah saat orangtuaku masih komplit.. Ya Allah.. berkahilah umur kedua orangtuaku. Aku mencintai mereka, Ya Allah..

Maaf ya amanah kampus kalau aku lebih memilih amanah di rumah.. Menurut marotibul amal, dari diri sendiri ke keluarga lalu ke masyarakat. Berat nolak seruan dakwah kampus. Berat juga nolak permintaan bapak ibu dan saudara. Aku sedang mencoba memanajemen waktuku. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi setiap urusan, memberikan jalan keluar bagi setiap masalah. Aamiiin..

My sweet home, 23 November 2018

Senin, 17 September 2018

Kebaikan Tidak Bisa Dicampur dengan Keburukan

X : Hm.. aku fikir dulu menjadi biasa saja, berjalan biasa saja. Tak ada embel2 dakwah adalah jalan terbaik mb, aku fikir dulu aku telalu eksklusif dan menutup diri. Aku merasa seakan aku sok baik. Sejak aku mondok aku malah bertemu dgn bebrapa teman yang sudah punya pacar bahkan chating dg ikhwan seperti biasa2 saja. Tapi ilmu mereka tinggi, hafalan alquran pun bagus. Sedang kan aku😔.
Aku lalu membenci mereka yang memakai niqob bahkan aku seaakan takut. Dan aku semakin menaikan jilbab seperi biasa. Namun, sejak aku mengenal sahabat kamarku, dia tahfidz, dia santri, dia baik akhlaknya pun sama. Tidak pernah pacaran dan jarang chat dg lawan jenis kecuali penting.
Saat itu aku sdr mbak bahwa selama ini meniru tak harus meng copas. Tapi gak tahu kenapa akhir2 ini hafalanku susah bgt mbk. Hatiku kyk terombang ambing, gak tenang. Hafalan pun susah. Lebih sakit nya hatiku ketika melihat mereka yg biasa2 saja hafalannya di lancarkan😭😭😭😭. Aku sempat ngrasa Allah gak adil banget sama aku.
Allah gak adil. Aku pengen hapus semua foto2ku di sosmed. Apa itu salah mbak?
Tapi aku blm sepenuhnya bisa istiqomah.
Mereka pandai nahwu sorof, hafalan bejibun. Tapi masih suka chat vc dg lawan jenis, aku engak tapi kok Allah seakan menyulitkan aku hafalan

Y : Sama sekali nggak salah dek, itu buat berjaga-jaga ketika di akhirat nanti dimintai Allah pertanggungjawaban.
Istiqomah tidak harus langsung melakukan hal besar dalam waktu sekejap
Allah lebih menyukai hal-hal kecil yang konsisten tapi dilakukan terus menerus, termasuk hafalan juga gitu. Apakah X sekarang masih merasa kalau Allah itu tidak adil?

X : Masih mbak. 😭🙈

Y : Kalau X lihat tembok, dicoret-coret, kotor, dan X pingin ngecat tembok itu lagi, pasti tukang catnya bilang, 'temboknya diamplas dulu, baru dicat. Tapi ya butuh waktu lama mbak, lebih lama ngamplas dibanding ngecat.'
Tapi kalo X pingin temboknya segera selesai ngecatnya, X bilang, 'gak usah diamplas pak, langsung dicat aja.'
Tukang catnya jawab, 'ya gapapa mbak, tapi nanti catnya gak tahan lama, gampang ngelotok (lepas)'. Itu analogi dek
Tembok kotor ibarat kita penuh dosa
Ngecat ibarat kita beramal atau berbuat kebaikan banyak
Kalau dosa dan kebaikan dicampur, kayak cat tadi, gampang lepas, luruh kebaikannya, tidak ada artinya
Agar kebaikan kita gak cuma jadi kebaikan yang sia-sia, ya kita jg harus berusaha bertobat dari dosa-dosa kita.
Kebaikan nggak bisa dicampur dengan keburukan.
Hafalan Al-Quran pun, belajar pun, ilmunya bakalan susah masuk kalau hati kita masih dipenuhi kotoran (iri, dengki, sombong, melakukan hal yang tdk disukai Allah). Orang2 yang mudah menghafalkan Al-Quran tapi masih pacaran, tidak punya batas dengan lawan jenis, ya itu juga ujian buat mereka. Dari kajian yang pernah mbak ikuti, bukannya suudzon juga, tapi memang kebaikan tidak bisa dicampur dengan keburukan. Mereka sedang diuji dek. Allah ingin lihat, apakah dengan nikmat hafalan yang mudah itu semakin membuat mereka taat atau menjauh? Allah bisa dengan mudah mencabut hafalan hambanya. Sudah banyak kisah ttg orang yang dicabut hafalannya. Hamas syahid yg hafalannya hilang karena pacaran. Pasukan islam, seorang hafidz quran, yang melawan spanyol lalu hafalannya hilang karena suka sama wanita spanyol yg non islam. Ada pula orang yang hafalannya hilang setelah diruqyah karena ternyata hafalannya dibantu jin, dia pingin cepet-cepet pingin jadi hafidzah quran, makanya jin itu masuk karena rasa tergesa-gesa ingin segera jd hafidz. Naudzubillahi min dzaliik..
Doakan teman-temannya ya dek.. semoga mereka semakin didekatkan dgn Allah... 
Allah Maha Baik, tidak mungkin menyia-nyiakan hambaNya yang menolong agamaNya..
Hafalan itu nggak harus instan, ada almarhumah ibu yoyoh, keren, anggota DPR, sepanjang hidupnya sampai meninggal beliau ttp menghafalkan Al-Quran, tdk diketahui apakah beliau sdh hafidz apa blm karena kalo beliau ditanya sudah hafidz apa belum, beliau cuma tersenyum..

X : Masyaallah. Iya mbak mungkin karena aku iri. Aku jadi begini. Astagfirullah. Aku gak boleh gini. Harusnya aku gak boleh gini astagfirullah🙈.
Makasih ya mbak nasehatnya. Sekarang aku faham. Harus bagimana dan harus seperti apa

Y : Semangat X...
Semoga hafalannya lancar ya deekk, terus berdoa sama Allah supaya dipermudah untuk menghafalkan Al-Quran.. 🤗
Mbak pesan, *jangan tinggalkan dakwah ya dek, seberat apapun dakwah itu, jangan ditinggalkan* Kalau X melihat hal yang tidak X suka, melihat atau merasakan hal yang bikin hati X mengeluarkan benih2 hitam, langsung istighfar dan berdoa ya dek.. doakan orang-orang yang membuat hati X tak karuan. Doakan. Bukan dijudge. Bukan dikomentari. Bukan dikeluhkan. Tapi doakan.
Mbak jg sedang proses hehe, sama2 saling mendoakan 🤗

X : 😭 insyaallah mbk insyaallah aku mencoba untuk istiqomah. Semoga 😊, sama2 saling mendoakan ngeh mbk semoga mbk Y di permudah Allah. Dan selalu begitu

Y : Aamiin😊

Maha Suci Allah,

Maha Suci Allah

Maha Suci Allah

Maha Suci Allah yang masih menyisipkan rasa gelisah di hati hambaNya ketika melakukan dosa. Allah masih sayang. Allah masih notice. Selalu ingatkan hambaMu, Ya Allah ketika diri ini melakukan dosa.

Target

Kayaknya bikin target satu tahun ke depan, kalau jadi beneran, kayaknya mengasyikkan deh.. ^^ Duuh pingin.. tadi lihat salma udah nerbitin buku.. Tika juga mau.. Ya Allah.. waktuku selama ini bagai kesia-siaan yaa? Apa yang dihasilkan? Astaghfirullah.. bismillah.. bikin projek buat satu tahun ke depan ^^

Kalau punya mimpi banyak, tapi tidak direalisasikan, bukannya sama aja. Punya mimpi banyak, tapi ikhtiarnya kurang, juga sama saja kan? Mimpinya cuma jadi gantungan baju hehe!

Ngomong-ngomong soal target, ehm, insyaallah Desember pingin lulus.. jadi mulai hari ini, harus rajin nyicil skripsi. Hihi! Nggak mau nyusahin ortu lagi! Mau nyari uang sendiri biar bisa sedekah banyak, biar bisa beli buku yang baaaaaanyak!

Alhamdulillah rezeki Allah datang tanpa diduga. ^^ sayang Allah..

Bank BNI Bubaan (17 Sep 18, 15.09)